MoboVideo_tip2
Google Play
App Store

Kisah-Kisah Hantu: Aku Menaklukkan Succubus Terkuat dengan Makanan 40

Bahasa Indonesia
English
Español
Português
ไทย
繁體
简体
Setelah pertarungan sengit dengan wanita misterius asal Jepang, Fujiwara Sakura, seorang pemuda mistik bernama Lin Jing kehilangan ingatannya dan berubah menjadi seorang pedagang kaki lima yang berjuang untuk bertahan hidup dengan menjual nasi goreng. Dia menjalani kehidupan sederhana, menemukan ketenangan dan semangat dari hubungan dekatnya dengan adik perempuannya, Lin Xi, saat mereka bersama-sama menghadapi kesulitan hidup. Ketika Lin Xi jatuh sakit parah, Lin Jing terpaksa memasuki Hotel Bayangan, sebuah tempat yang suram dan penuh misteri. Di sana, keahlian memasaknya yang luar biasa secara tak terduga membantunya mendapatkan tempat di lingkungan yang menyeramkan tersebut. Selama masa itu, ia membangkitkan dua kemampuan luar biasa: membaca pikiran dan Penglihatan Ilahi, sebuah kemampuan mistik untuk melihat kebenaran tersembunyi yang tak dapat dijangkau oleh persepsi manusia biasa. Sedikit demi sedikit, Lin Jing mulai merangkai kembali potongan-potongan masa lalunya yang terlupakan. Bersama Su Qingyuan, manajer hotel yang cerdik, ia mendapati dirinya terperangkap dalam jaringan intrik yang penuh bahaya, menghadapi para panglima perang, pengkhianat, dan pasukan penjajah. Bersama-sama, mereka mengungkap misteri alam gaib di hotel itu, menggagalkan rencana jahat Fujiwara Sakura yang ingin memanfaatkan kekuatan supranatural demi keuntungannya sendiri, dan merampas harta hasil curian dari penindas yang korup. Alih-alih menyimpan kekayaannya untuk diri sendiri, Lin Jing mengalirkan uang itu untuk mendukung Perkumpulan Xinghuo, sebuah organisasi rahasia yang berjuang demi kebebasan dan keadilan, dengan tujuan mempertahankan kelangsungan hidup bangsa. Terlepas dari asal-usulnya yang sederhana, Lin Jing bangkit menjadi lambang harapan bagi bangsanya di tengah masa-masa penuh gejolak, memikul tanggung jawab besar untuk membela negaranya dan berdiri tegak di tengah kekacauan.